Indonesia, Barack Obama, dan Terorisme

Kebijakan  dan Kerjasama Terorisme Presiden Barrack Obama terhadap Indonesia

Barack Obama merupakan seorang politisi yang berasal dari partai Demokrat. Kedua partai di Amerika Serikat ini memang memiliki perbedaan yang cukup banyak, bahkan dapat terbilang bertolak belakang. Tidak seperti partai tandingannya, Republik, Demokrat dalam menjalankan kebijakannya lebih berorientasi pada sektor ekonomi dan isu-isu non-traditional seperti human rights. Kebijakan AS yang “suka perang” saat zaman Bush memangkas habis anggaran AS. Sehingga perekonomian mereka terpuruk. Kebijakan luar negerinya pun menganunt asas non-intervensi, artinya penggunaan kekuatan militer dan sebagainya bukanlan menjadi solusi di abad ke-21 ini dalam mengupayakan keamanan nasional maupun internasional. Obama yang dalam hal ini seseorang dari Demokrat mengambil cara kerjasama bilateral dan multilateral dalam penyelesaian segala masalah, termasuk dalam isu keamanan global.  Sehingga dalam merespon war on terrorism yang diusung Bush, presiden sebelumnya, Obama lebih menggunakan soft diplomacy, yang menjunjung perdamaian terhadap negara-negara yang diduga teroris.

Adalah tugas bagi Obama untuk dapat membangun hubungan yang baik kembali dengan negara-negara Islam khususnya orang Muslim, dengan bahasa yang saling menghormati. “..so what I want to communicate is the fact that in all my travels thoughout the Muslim world, what I’ve come to understand is that regardless of your faith, and America is a country of Muslims, Jews, Christians, non-believers, regardless of your faith, people all have certain  tinggcommon hopes and common dreams. And my job is to communicate to the American people” salah satu kutipan wawancara Obama dalam Al Arabiya TV dengan Hishan Melhem, tanggal 26 January 2009.

Dalam pidatonya dalam 9/11 Pentagon Memorial Speech, pada tanggal 11 September 2009, di Arlington, Virginia, Obama mengatakan, “Let us renew our commitment to all those who serve in our defense, our courageous men and women in uniform and their families and all those who protect us here at home. Mindful that the work of protecting America is never finish, we will do everything in our power to keep America safe.” “Let us renew the true spirit of that day. Not the human capacity for evil, but the human capacity for good. Not the desire to destroy, but the impulse to save, and to serve, and to build. On this first National Day of Service and Remembrance, we can summon once more that ordinary goodness of America, to serve our communities, to strengthen our country, and to better our world..” kutipan diatas kembali menegaskan citra yang dibangun Obama dalam menanggapi persoalan ancaman keamanan nasional tidak dengan kekerasan atau military usage.

Sejak masa kampanyenya, Obama sudah mengusung adanya perubahan perilaku Amerika Serikat terhadap negara Islam, khususnya Muslims. Obama secara tegas ingin membina kembali hubungan mutualisme Amerika Serikat dengan negara-negara Islam, dimulai dari penarikan pasukan di Irak pada Agustus 2010 dan pasukan non tempur pada Desember 2011.  Disusul dengan wacana penutupan Camp Delta di Teluk Guantanamo, Kuba.  Sebuh kamp atau penjara di terluk Guantanamo yang diperuntukan bagi kaum tertuduh teroris. Penjara ini sendiri telah menuai kontroversi lantaran bentuk penyiksaan dan kasus kriminal yang ter-ekspose ke media massa sehingga mengakibatkan tuntutan dari berbagai pihak. Penjara ini juga memakan biaya yang tidak sendikit dari Amerika Serikan dan di nilai tidak efisien, serta melukai citra Amerika Serikat di mata internasional.

Dalam wawancara pertamanya sebagai Presiden Amerika Serikat terpilih pada 26 Januari 2009, Obama mengatakan, “,,that the Muslim world is filled with extraordinary people who simply want to live their lives and see their children live better lives. My job to Muslim world is to communicate that the Americans are not you enemy. We sometimes make mistakes. We have not been perfect. But of you look at the track record, as you say, America was not born as a colonial power, and that the same respect and partnership that America had with the Muslim world as recently as 20 or 30 years ago..” dalam Al Arabiya TV, wawancara dengan Hishan Malhem.  Kembali ditegaskan bahwa, misi Obama sebagai Presiden adalah berusaha mengkomunikasikan bahwa Amerika bukanlah musuh Islam kepada seluruh kaum Muslim di dunia. Begitupula dengan Islam bukanlah musuh Amerika kepada warga negara Amerika Serikat. Pada masa kepempinannya, Obama sangat menjunjung tinggi hak asasi manusia, sehingga kebijakan Indonesia yang memberikan hukuman mati kepada para teroris tidak sejalan dengan kebijakan Obama.

Kerjasama di bidang pertahanan keamanan antar Amerika dan Indonesia telah berjalan sejak tahun 2005 dan bahkan semakin membaik. Bantuan Militer Amerika diberikan kepada Indonesia melalui program Foreign Military Financing (FMF) dan International Military Education and Training (IMET). Kedua program ini bertujuan untuk meningkatkan transportasi TNI dalam penanganan bencana alam serta program peningkatan profesional prajurit. Forum pertemuan juga dilakukan Amerika dan Indonesia pada setiah tahunnya lewat forum Indonesia-United States Security Dialog (IUSSD) dan US-Indonesia Bilateral Defense Dialogue (USIBDD). Kerjasama keamanan antar kedua belah negara ini diperkuat dengan penandatanganan LoI between INP and FBI on Mutual Cooperation in Capacity Building and Combating Transnational Crimes pada Maret 2011. Perjanjian ini juga melandasi kerjasama  FBI AS dengan Densus 88 dalam pemberantasan terorisme. Selanjutnya kerjasama keamanan dengan AS di maritim Indonesia, jalur maritim merupakan jalur yang sangat strategis dan efisien untuk penggunaan penyeludupan barang-barang ilegal, dan tindak criminal lainnya. Akses ini juga menjadi salah satu jalan bagi teroris untuk mendapatkan persenjataan secara cepat dan lancar serta menggunakan jalur underground ini untuk bergerak menjalankan aksi terorismenya.

References:

http://www.americanrhetoric.com/speeches/barackobama/barackobama911pentagonmemorialspeech.htm

http://dunia.tempo.co/read/news/2009/02/28/115162459/obama-resmi-jadwalkan-penarikan-pasukan-dari-irak

http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2013/04/130430_guantanamo_ditutup

The Obama doctrine – a multipolar foreign policy, Linneuniversitetet 2013 Ismail Khan (pdf)

The Next Chapter: President Obama’s Second Term Foreign Policy, Chatham House: 2013 (pdf)

Sulistyo, Hermawan. BEYOND TERRORISM Dampak dan Strategi pada Masa Depan. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta:2002

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s