The POWER of “KEPEPET”

8851cbc6cb26ce78fc0004bc555f6437_15

Kita semua pasti sangat familiar dengan kata “mepet” atau “kepepet” dalam hal menyelesaikan tugas maupun ujian. Haha, ya, sebagai mahasiswa yang sedang dalam proses menjadi mahasiswa rajin, tingkat kepercayaanku akan the power of kepepet sangatlah tinggi. Mungkin hal berbeda terjadi pada kalian, namun menurut hasil survey-saling curhat satu sama lain- dengan teman-teman seperjuangan, the power of kepepet memang terbukti ampuh dalam menyelesaikan semua masalah kehidupan (read: tugas).

Berbagi pengalaman pribadi yang cukup konyol, pernah aku duduk bersila di depan pintu kelas sambil menatap layar laptop dengan serius, jari jemari sibuk menari-nari diatas keyboard, menyelesaikan tugas makalah yang saat itu juga kelas dengan mata kuliah yang sama sedang berlangsung. Setelah soft file selesai, segera pergi ke fotokopian kampus untuk memprint dan menjilid makalah, lalu secepat kilat -tanpa ada rasa bersalah karena telat- masuk ke kelas dan mengumpulkan tugas makalah. Itu benar-benar menjadi kenangan tersendiri, serta membuktikan bahwa the power of kepepet does exist!!

Ada banyak contoh pengalaman lainnya, sekarang saja, disela-sela menulis postingan ini, aku sedang dalam proses menyelesaikan tugas makalah, dan setelah itu dilanjut makalah lainnya -yang belum sama sekali tersentuh padahal deadline sudah sangat dekat-.

Sebenarnya, mengerjakan kepepet itu tidak selamanya bagus. Saat mengerjakan dengan kepepet, pasti ada saat dimana kita merasa tidak maksimal dalam tugas kita. Banyak kurang ini-itu dan mungkin juga terkesat acak-adul (pengalaman lol). Baiknya sih, tugas itu segera dikerjakan atau dicicil sedikit demi sedikit.

Namun, apa daya, ada banyak faktor yang membuat kita, mahasiswa, sering menunda tugas-tugas. Baik itu dari faktor diri kita sendiri yang super males, urusan di luar kuliah wajib, urusan diluar kampus, dan lainnya. Tak lipa menjadi bahan pertimbangan juga, beberapa orang memang dapat bekerja lebih maksimal pada kondisi under pressure, tekanan akan memicu andrenaline mereka untuk bekerja keras menyelesaikan masalah-masalanya. Jadi, dapat disimpulkan, beberapa orang memang ditakdirkan untuk menggunakan kepepet power dalam kehidupannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s