Recent: Manusia WACANA

sakura

Liburan panjang biasanya diisi dengan serentetan kegiatan ngumpul ngumpul bareng temen, jalan-jalan, acara makan-makan, dan lainnya, Tapi tidak berlaku untuk sekelompok manusia wacana seperti aku. Akhir-akhir ini kata “wacana” nggak asing untuk diucapkan dimana-mana, semua serba wacana dan hanya sampai wacana. Dari hal yang sederhana sekalipun wacana, contoh “Besok harus bangun pagi!!” kenyataannya rencana itu cuma wacana karena faktanya bagun jam 12 siang #parah. Acara main bareng temen pun berakhir sebagai wacana. Intinya, liburan ini malah banyak yang wacana, mungkin penyebabnya karena pada dasarnya aku orangnya males, jadi semua nggak terlaksana (bad habit). Sampai list to do yang aku sengaja buat, dengan tujuan supaya tetep ingat dan terlaksana, berakhir menjadi “list wacana”. Parahnya, kegiatan yang bersifat spontanitas malah berjalan dengan lancar. Contoh: Susah susah buat list movie yang bakal aku nonton selama liburan ini, subuh tadi malah nonton film yang nggak ada di list sama sekali. Alasannya simpel, random milih aja. *parah 

osting di blog ini juga nyaris menjadi wacana. Rencananya, aku mau posting sesuatu (yang belum pasti apa) di akhir bulan Juli. Deadline gagal, aku ganti posting di awal agustus (sekitar tanggal 1-3), deadline kedua gagal lagi. Alhamdulilah, deadline yang ketiga nggak gagal. Hahaha.. Ada juga rencana untuk membuat review buku lagi, (karena akhir-akhir ini aku menemukan buku baguuus banget) tapi nggak pernah terwujud, mungkin belum. Hueeee…😦

sprinter-myfriendfromfaro2008.avi_snapshot_00.19.07_[2014.08.05_20.11.54]

Tentang film yang subuh tadi aku tonton, judulnya Mein Freund Aus Faro (My Friend From Faro), film berbahasa Jerman tahun 2008. Film ini bernuansa LGBT sih, tapi nggak begitu parah, dan kurang greget (?) sebenernya -_______-. Apa ya, seperti ada yang kurang dalam film ini, ceritanya klise (tapi bagus sih..), tapi seperti ada yang kurang gitu. Hehe. Jadi, film ini bercerita tentang Melanie, cewek 22 tahun yang tomboi luar dalam. Fisik Melanie juga lebih mirip cowok ketimbang cewek. Suatu hari, dia bertemu dengan gadis muda bernama Jenny yang mengaku berumur 16 tahun padahal masih 14 tahun. Kepada Jenny, Melanie mengaku bernama Miguel seorang portugis 18 tahun yang berasal dari Faro. Awal kebohongan mereka pun lama-lama menimbulkan masalah yang membuat mereka harus berpisah.

Selama nontn film itu, bukan isu homoseksual yang aku perhatikan, tapi malah hal lain yang jauh menyimpang dari film. Gimana ya menjelaskannya? Hm.. Pikirian ini timbul karena bacaan terakhir yang aku baca mungkin, buku 10 Pedofil Paling Berbahaya di Dunia karya Merry Magdalena.  Ya, pikiran menyimpang itu tentang kasus pedofilia dan penculiakan anak (apa coba).

BpXbXJyCcAEXLSK

Pertama-tama, dari perbedaan usia yang jauh antara Melanie, 22 tahun dan Jenny, 14 tahun. Ketertarikan (seksual) terhadap gaids 14 tahun apakah termasuk penyimpangan? Dari buku yang aku baca diatas, korban-korban yang disebutkan korban kebanyakan gadis berusia belasan. Pedofilia dijelaskan sebagai gangguan perilaku orang dewasa yang memiliki ketertarikan seksual pada anak-anak di bawah usia puber atau prapuber. Apakah usia 14 tahun itu termasuk prapuber?? Hm.. Bisa iya bisa enggak sih. Tapi di film juga di sebutkan bahwa Jenny masih underage.

mein2 mein

Kedua, dalam adegan Melanie dengan senang hati memberikan tumpangan pada Jenny dan Bianca (teman Jenny), adegan ini harusnya menjadi adegan romantis ala film drama picisan, ada kesan takdir yang mempertemukan mereka disaat tidak terduga. Tapi hal pertama yang muncul di kepalaku adalah “ini..pola..penculikan…” O.o dilanjutkan dengan “ooh, mungkin gini ya orang jahat nyulik anak orang, pura-pura jadi orang baik, ngasih tumpangan, padahal niatnya jahat..” kemudian.. “kok, dua anak ini gampang banget percaya sama stranger..” dan “mereka kan nggak tau beneran dibawa ke tempat tujuan mereka atau enggak, kalau enggak gimana cara mereka lari, mereka bawa bubuk merica??” dan pikiran-pikiran aneh lainnya. Alhasil, aku sama sekali nggak konsen nonton film ini, padahal film ini sudah lama banget pengen aku tonton, sejak zaman SMA mungkin, dan baru bisa download sekarang dan nonton setelah berdebu di folder “download”.

Jadi intinya, di luar konteks film ini bergenre romance-drama atau enggak, keraguan apakah Melanie ini pedofil homoseks atau enggak masih jadi misteri di otakku. Tinggal tunggu waktu aja sih, untuk bisa menguap, diganti pertanyaan aneh lainnya. Overall, banyak yang bilang film ini bagus, termasuk wajib tonton di kalangan film lgbt. Sebenarnya bagus, cuma faktor akunya yang lagi ngelantur mikir macem-macem, jadinya nggak bisa menikmati. -__-

sprinter-myfriendfromfaro2008.avi_snapshot_01.24.38_[2014.08.05_20.18.22]

Sepertinya, film diatas nggak ada sangkut pautnya dengan virus “wacana” sebelumnya. Ya sudahlah, yang terpenting, posting ini tidak berakhir dengan wacana. HAHAHA Sebagai penutup, Single ke 37 AKB48 dengan judul “Kokoro no Placard” dengan Mayuyu sebagai center, sudah bisa di PO di mana-mana, silahkan pesan yang berminat selagi belum kehabisan.😀 #jangandiabaikan.

knp

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s