Kelanjutan Kisah Jo dan Rajiv

010720141159

Judul                      : Jurnal Jo 3: Episode Cinta
Pengarang           : Ken Terate
Penerbit               : Gramedia Pustaka
Tahun Terbit   : 2014

Setelah menunggu beberapa tahun (?), akhirnya Ken Terate melanjutkan cerita Josephine Wilisgiri dalam sekuelnya yang ketiga berjudul episode cinta. Bisa ditebak dari judulnya, pasti akan banyak menceritakan kisah cinta antara Jo dan Rajiv. Well, sepertinya Ken Terate mendapat banyak permintaan untuk melanjutkan kisah Jo dan Rajiv yang di buku kedua (Jurnal Jo : Online) berakhir nggantung sekali.

Ternyata tidak hanya itu, di kelas Jo datang seorang murid baru bernama Izzy. Izzy ini seorang murid yang mencolok karena dia seorang seleb dari ibukota. Tentunya semua cewek, termasuk Sally dan Jo di sekolah terpesona dengan kehadiran Izzy, apalagi Izzy memang seorang yang supel. Sayangnya, selain supel, Izzy juga dikenal sangat suka menjahili teman-temannya. Dari mulai membuat olok-olokan aneh hingga berupa aksi konyol yang membuat malu temannya. Melihat itu, Jo semakin malas berurusan dengan Izzy, karena Jo juga menjadi salah satu korban kejahilannya. Bahkan Sally yang sepenuh hati memuja Izzy juga ikut dijahili Izzy.

Masalah demi masalah selalu menghampiri Jo, ditengah kegeraman Jo kepada Izzy, ternyata ia harus satu kelompok dengan Izzy untuk tugas semester “Problem Based Leaning Project” dan alhasil kacau balau. Sally juga kembali membuat membuat masalah dengan Izzy dan teman-temannya. Puncaknya, berita tentang Rajiv yang akan kuliah di Amerika.

Bukan Josephine Wilisgiri namanya kalau hidupnya tidak penuh dengan masalah. Namun, semakin banyak rintangan yang dihadapi, semakin banyak pula hal yang dapat dipelajari.

Oke, kesan pertamaku adalah..what a lovely couple, Jo and Rajiv. Hm, lebih konsen ke Rajiv. Membayangkan ada seorang anak lelaki SMA se sopan, baik hati, dan ramah Rajiv itu..sepertinya sulit ditemukan. Kembali flashback ke zaman aku SMA, nggak ada yang bisa menandingin pemikiran dewasa Rajiv dan segala kelebihannya. Rajiv terlalu sempurna, walaupun setiap manusia itu tidak ada yang sempurna, namun dalam karakter Rajiv aku melihat kesempurnaan seorang lelaki. Maksudku, dia ganteng, cerdas, baik, perhatian, dan pintar memuji, kurang apa coba? -,-

Kedua, let me say goodbye to the old Jo yang dulu masih terasa sekali kepolosan seorang anak 12 tahun. Dalam cerita ini, mungkin Jo sudah berumur 13 tahun yang sudah mengetahui dan mengalami banyak hal. Dan Jo sangat beruntung bisa memiliki Rajiv. Maksudku, beda umur mereka 5 tahun, menurutku Jo masih terlalu dini untuk mengenal cinta maupun kata “pacaran”. She’s still 13 and Rajiv is 18, 5 tahun itu mungkin perbedaan umur yang cocok untuk seorang suami-istri, tapi kalau dalam konteks ini, mereka masih terlalu muda. Haha tapi, tetap saja, aku seneng di novel ini moment Jo-Rajiv semakin (bahkan) banyak. :3 Toh, di ending, aku sangat puas, karena hubungan kasih sayang itu tidak sebatas dalam kata “pacaran” namun jauh lebih luas lagi. Rajiv sepertinya ingin membuktikan itu pada Jo, bahwa tanpa berpacaran pun, keadaan mereka tidak akan berubah. Bahkan status “pacaran” itu sendiri justru akan membatasi keduanya dalam bersosial. Bener nggak?

Kemudian, tema bullying yang diangkat sebagai masalah Jo dan teman-temannya. Bullying memang bukan kasus yang sederhana, sekecil apapun kelakuan kita yang berdampak negatif pada teman kita, menurutku itu sudah disebut bully. Sebenarnya, dalam Jurnal Jo dan Jurnal Jo: Online, kasusu bully ini sudah ada. Contoh, saat geng Nadine menjauhi Sally bahkan sampai mengolok-olok kekuarangan Sally, itu sudah termasuk bullying. Cyber-war di facebook antar Jo dan Nadine juga begitu, saling menyerang, mengejek, dan tidak ada yang mau mengalah, bisa diartikan mereka saling membully satu sama lain. Rumit ya? Haha. Toh, tanpa sadar kita juga pasti pernah membully teman kita, baik itu disengaja maupun tidak, meskipun teman kita tersinggung atau tidak. Kebanyakan, ejekan-ejekan sederhana yang awalnya hanya berupa lelucon dapat memberi dampak berkelanjutan pada si penerima ejekan. Yah, meski hanya lelucon, bila terjadi secara continue tentu ada rasa sakit hati, betul? (berasa curhat, hahaha..). Intinya adalah, semua orang pasti pernah menjadi korban maupun pelaku bullying, hanya seberapa parah bully yang diterima berbeda tiap-tiap orang.

Hal lain yang aku suka dari sekuel ketiga ini, karakter Nadine yang berubah menjadi lebih baik. Ia sudah mau berteman dengan Sally, walau dulu sempat dibohongi. Selain itu, hubungan Nadine dan Jo yang berangsur membaik, mereka bahkan saling tolong-menolong. Sayang, karakter Mei tidak dimunculkan lagi, padahal Mei itu anak yang manis sebenarnya. Nabilah, sahabat Jo yang lain juga mendapat porsi cukup banyak di cerita ketiga ini. Tokoh Nabilah ini, aku juga suka karena dia kalem, lembut, nggak neka-neko. Kalau Rajiv itu lelaki sempurna di mataku, Nabila itu sosok perempuan yang sempurna. Meskipun, aku bukan cewek seperti Nabilah (bahkan sangaaaat bertolak belakang) tapi entah mengaa, dimataku, cewek itu ya seperti Nabilah yang kalem. Hehehe.. Begitulah pokoknya, kadang aku juga nggak bisa paham dengan isi otakku sendiri.

Terakhir, meski aku puas dengan endingnya, tetap saja, ada keinginan untuk membaca kisah Jo selanjutnya. Mungkin saat Jo sudah masuk SMA dan bertemu masalah-masalah baru yang lebih kompleks, seperti sibuk jadi OSIS, atau di SMA Jo harus beda sekolah dengan Sally, bertemu teman-teman baru yang nggak kalah bermasalahnya, dan sebagainya. Hm.. Mungkin Jo SMA akan menemukan orang baru yang dapat berdiri sama dengan Rajiv. Who knows. Hehe hanya Ken Terate yang tahu.😛 dan mungkin ini menjadi harapan sebagian besar pembaca Jurnal Jo dari awal, untuk membaca sekuel ke-empatnya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s