Movie Marathon : Hang Out with JIGSAW

saw-2-jigsaw1

 

I wanna play game
Live or die, make your choice...

Beberapa hari yang lalu, aku berhasil menyelesaikan nonton film SAW beserta 7 sekuel film nya. Film garapan James Wan, Darren Lynn Bousman, dan Kevin Greutert memang menampilkan “DP” yang asli menajubkan dan twist cerita yang tidak bisa ditebak. Nonton film SAW bukan hal yang asing bagiku, karena you know, that’s exactly my favorite genre movie. Tapi, sayangnya, aku balum pernah menonton secara urut film-film SAW. Film SAW pertama yang aku tonton tentu saja sekuel pertama, dimana pertama kalinya, bertemu dengan Dr. Gordon yang dalam film tersebut akhirnya memotong kakinya sendiri demi keluar dari ruang yang menguncinya dan memainkan emosinya. Kemudian, karena mungkin pada saat itu, jiwa psycho-freak ku belum tumbuh, film film SAW berikutnya sama sekali tidak aku lirik. Setelah beberapa lama, rilis SAW 6, mulailah penasaran, tentang alur cerita SAW itu sendiri. Dan, terwujudlah, setelah ada waktu, akurhinya bisa menyelesaikan semua sekuel film nya, dan memang, pengorbanan waktu ku untuk nonton film ini tidak sia-sia. Hahaha..

So, here’s a brief reviews :

SAW (2004)
Dr Gordon seorang dokter spesial terbangun disebuah kamar mandi yang sudah tua dan tidak terawat bersama seorang pemuda yang tidak ia kenal bernama Adam. Dengan berbekal sebuah tape recorder dari seorang psikopat gila bernama “jigsaw” , Dr Gordon dan Adam harus melaksanakan “game live or death” diberikan untuk keluar dari ruangan tersebut. Dengan waktu yang terbatas, Gordon harus berhasil membunuh Adam demi menyelamatkan anak dan istrinya.

SAW II (2005)
Detektif Eric beserta pasukannya berhasil mengungkap dimana markas Jigsaw serta mengungkap siapa dibaliknya. Namun, hal ini tidak berarti menghentikan aksi permainan kematian Jigsaw. Anak laki-laki Eric, Daniel ternyata telah masuk dalam sebuah permainan Jigsaw bersama beberapa orang lainnya. Disinilah, Eric berhadapan dengan Jigsaw untuk menolong anaknya dalam waktu 2 jam.

SAW III (2006)
Identitas Jigsaw yang sebenarnya telah terungkap, ia adalah John Kramer, seorang pria tua dengan tumor otak yang sudah tidak dapat disembuhkan. Ternyata selama ini, ia tidak bekerja sendiri, asistennya Amanda yang juga mantan korban permainan Jigsaw yang selamat turut membantu John menyiapkan segala sesuatunya. Kali ini, ia menculik seorang dokter cerdas, Dr. Lyn, untuk merawat John. Ia ternyata juga sedang dilanda masalah dengan keluarganya. Disisi lain, Jeff seorang Ayah yang baru saja kehilangan anak laki-lakinya dan mendapat ketidak adilan dalam pembelaan kematian anaknya, masuk dalam permainan Jigsaw dan bertemu orang-orang yang berhubungan dengan kematian anaknya.

SAW IV (2007)
Kematian John Kramer alias Jigsaw berarti pula berakhirnya tragedi permainan kematian yang telah memakan banyak korban dengan sadis. Namun ternyata tidak. John Kramer meninggalkan sebuah tape yang ditemukan di dalam organ dalamnya yang menyatakan bahwa permainannya akan terus berlanjut. Dalam permainan kali ini, Jigsaw ingin memberikan sebuah ujian kepada officer Rigg, berhasilkah Rigg menyelesaikan permainan Jigsaw, atau game over sama seperti korban-korban sebelumnya?

SAW V (2008)
Permainan Jigsaw yang terus berlanjut membuat polisi kembali menyelami masa lalu John untuk mencari orang-orang yang kemungkinan besar menjadi kaki tangan John. Didapatlah nama Jill Tuck, mantan istri John yang sempat mengandung anak dari John walaupun akhirnya keguguran. Disaat yang sama, Detektif Peter menemukan hal ganjil mengenai Detektif Hoffman dan mencurigai Hoffmanlah kaki tangan Jigsaw selama ini. Disaat polisi sibuk dengan Jill Tuck dan Detektif Peter sibuk mencurigai Detektif Hoffman, lima orang dengan latar belakang yang berbeda kembali bertaruh nyawa untuk bertahan hidup dalam permainan Jigsaw.

SAW VI (2009)
Jill Tuck mendapat warisan terakhir dari John berupa sebuah kotak besar dengan amplop-amplop didalamnya. Amplop tersebut berisi data korban-korban selanjutnya yang akan masuk dalam permainan Jigsaw. Seorang konsultan asurasi John dulu, William mengorbankan banyak nyawa dari rekan bisnisnya untuk menyelesaikan permainan kematian ini dan menyelamatkan kekasihnya.

SAW VII Final 3D (2010)
Target Jigsaw selanjutnya adalah Bobby, seorang yang mengaku selamat dari permainan Jigsaw dan menjual ceritanya untuk meraup keuntungan. Detektif Matt, menerima permohonan dari Jill Tuck untuk memberinya perlindungan dari Hoffman yang ingin membunuhnya. Dan di final chapter ini juga, Dr. Gordon kembali muncul dengan sesuatu yang berbeda. :3

Overall, setelah menonton keseluruhan sekuel SAW, bisa dikatakan, ada beberapa perbedaan yang sangat menonjol terutama di bagian plot cerita dan “fan servis” yang ditampilkan. Di SAW 1, 2, dan 3, bisa dilihat, twist cerita benar-benar dikemas dengan apik. Dengan alur maju-mundur, dan twist yang tak terduga dan mengejutkan. Di film SAW awal, lebih banyak memberikan teka-teki untuk mengungkap kebenaran yang terjadi dan cara director mengekspos cara mereka berusaha bertahan, menyelamatkan diri terlihat sangat asli dan rasional, khususnya di SAW 1. Karena, cerita terfokus pada apa yang Dr Gordon dan Adam lakukan disana, dengan waktu yang relatif lama. Menurutku, itu jebakan yang mempermainkan emosi korbannya, kurang ajar memang -,-. Dan di film-film awal SAW, tidak terlalu mengekspos adegan pembunuhannya. Meskipun ada, ada kesan yang berbeda dengan film SAW selanjutnya. Yang notabe sangaaaaaaat mengekspos adengan penuh darah dan potongan-potongan tubuh manusia. Meski demikian, dalam segi plot cerita, twist yang disuguhkan kurang begitu kuat, mudah ditebak, terutama untuk film SAW 5,6,7. Sangat mudah ditebak. Hehe. Tapi ya itu tadi, fan servis nya itu sangat wow, sehingga menutupi kekurangan yang ada.

Berbicara soal, film SAW mana yang menurutku paling keren, pilihanku jatuh di SAW II. Kenapa? Salah satunya karena permainan psikologis antara Detektif Eric dan John Kramer. “I want to play a game, the rule is simple. All you have to do is sit here and talk to me. Listen to me. If you do that long enough than you’ll find your son as safe as….” dan tentu saja twist endingnya.

Hal yang perlu digaris bawahi adalah ucapan John Kramer yang mengatakan, “I didn’t kill people, I hate murderer..” Statement John ada benarnya juga, karena ia sebenarnya tidak membunuh korban-korbannya secara langsung. Melainkan membiarkannya memilih untuk hidup atau mati. Maksud John sebenarnya cukup “mulia” juga, agar orang-orang dapat menghargai hidup mereka dan tidak menyia-nyiakan masa hidup mereka. But, he did in the wrong way. Tidak selamanya salah, bahkan bisa dikatakan John tahu benar sifat manusia, yang bisa diibaratkan, sebelum jatuh manusia tidak akan belajar apa-apa. Contoh mudahnya, saat kita belajar naik sepeda, sebelum jatuh, kita tidak akan bisa belajar untuk tahu cara menyeimbangkan keseimbangan dengan benar agar tidak jatuh lagi. Banyak motivator juga mengatakan, untuk menjadi sukses, ada banyak kegagalan yang harus dilalui. Logikanya sama dengan John Kramer ini, ia membuat sedemikian rupa permainan hidup atau mati untuk mereka agar bisa belajar menghargai betapa pentingnya hidup itu. Agar mereka tentunya tidak melakukan hal-hal konyol yang dapat merusak hidup mereka.

So, dibalik film SAW yang penuh dengan kekerasan, tersimpan pesan moral yang harus kita ambil dan resapi. Bahwa, mari kita hargai dan gunakan kesempatan hidup kita dengan sebaik-baiknya. Diluar sana, masih banyak orang yang berharap dapat meneruskan hidup mereka walaupun tidak bisa. Super sekali Mr. John. *claps

Selain pujian itu para sutradara dari SAW hingga SAW 7, tidak lupa dengan para writers yang dengan briliantnya menciptakan cerita ini. Untuk Leigh Whannell, Patrick Melton, Marcus Dunstan, dan Thomas Fenton, there isn’t any award that I can give to you, but with all my respect, Thank you for having these idea and share it with us. :3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s