Movie: The Call (2013)

The Call (2013)

Director : Brad Anderson
Writters : Richard D’ividio, Nicole D’ovidio, Jon Bokenkamp
Cast         : Halle Berry, Abigail Breslin.

Jordan, seorang operator 911 mendapat panggilan darurat dari seorang gadis bernama Leah yang sedang sendirian di rumahnya. Ia melapor ada pria aneh yang masuk ke rumahnya dan mencoba menculiknya. Dengan arahan Jordan, Leah berhasil mengelabuhi pria tersebut. Namun, tanpa sadar Jordan melakukan kesalahan dan pria tersebut berhasil menculik Leah.
Jordan sadar, bahwa ia tidak fokus saat itu dan merasa sangat menyesal dan bersalah. Beberapa hari kemudian, Leah di temukan meninggal mengenaskan dan hal ini semakin menambah depresi Jordan.
6 bulan setelah kejadian itu, Jordan kembali mendapatkan panggilan darurat dari seorang gadis yang mengaku di culik. Dan kali ini, Jordan  bertekad untuk menyelamatkan gadis itu.

wow, rasa sudah lama banget aku tidak menonton film thrailer. Ternyata Genre favoritku memang film film begini. Heran deh. hehe
tentang storyline, 2 thumbs up! konflik bantinnya ngenaa sekali. Aku jadi ikut-ikutan deg-degan dan panik sendiri. Bahasa bagusnya, aku berasa ikut masuk ke filmnya. Andai beneran? lho?! hehe. Sepertinya keren, kerja sebagai operator 911. Kamu bisa mendengar kisah trailer setiap saat. Sayangnya, di Indonesia kayaknya nggak ada. -_-

Tentang tokoh Jordan. Ia terlihat sangat serius dan selalu fokus saat bekerja. Tapi tiba-tiba menjadi panik dan nggak fokus Bahkan melakukan kesalahan yang -aku bilang- cukup fatal. Kok bisa ya? Padahal dia kan pastinya sudah pernah berurusan dengan hal-hal seperti itu. Seharusnya dia bisa mengendalikan emosinya. Bukankah itu yang harus dimiliki para penyelamat masyarakat? Tapi itu juga menandakan bahwa mereka -para penyelamat masyakarak, seperti operator 911, polisi, pemadam kebakaran- juga seorang manusia, dimana mereka juga memiiki emosi yang kadang juga tidak bisa diprediksi. *aku ngomong apa sih*. Yang aku suka dari tokoh Jordan adalah saat ia mau berusaha melawan rasa depresinya dan kembali menolong gadis yang tengah di culik lewat telpon 911. Bukan apa-apa, itu bukan pekerjaan yang mudah. Kadang, banyak orang yang gak mau berusaha melawan ketakutannya. Contoh kecil deh, saat kamu melewati jalan, tiba-tiba kamu melihat anjing buldog besar di depanmu, sedangkan kamu takut banget sama anjing. Apa yang akan kmu lakukan? tetap lewat di jalan tersebut, melawan rasa takutmu atau lewat jalan lain? Kalau aku sih, muter balik. Hahaha!! *seem like i didnt learn anything*. Tapi bener, orang yang berani melawan rasa  takut mereka itu adalah orang-orang yang hebat.

Btw, karena ini film tentang penculikan anak, aku jadi inget tentang website AMW (America Most Wanted), -aku pernah juga posting tentang AMW di film The Changeling. Kalau waktu itu aku penasaran bagaimana nasib mereka setelah hilang, sekarang aku penasaran gimana saat mereka sedang diculik. Apakah mereka punya kesempatan menelpon 911 atau tidak? hm.. aku penasaran apa yang mereka lakukan untuk berusaha mencari pertolongan. Aku nggak bisa membayangkan sebagaimana mengerikannya kondisi mereka baik psikis dan fisik. Kontak fisik seperti mendapat pukulan dan sebagainya pasti tidak dapat dihindari, kan?  Aku juga nggak tau kenapa otakku bisa penasaran dengan hal beginian?? Am I the weird one? oh, yes I am! haha I’m the weirdooooo~😛

Aaarrrgggh! Paling males dari film ini adalah karakter si penjahat. Dia psikopat tapi, bukan tipe psikopat yang aku sukaaaa~!! *lho* Maksudku dia tipe yang terobsesi dengan suatu hal, sebenernya psiko ini hanya ingin mengoleksi hal yang dia inginkan tanpa bermaksud membunuh korban-korbannya. Makanya, saat ia harus membunuh orang untuk melindungi koleksinya, ia seakan syok dan ketakutan sendiri. Ia mungkin sedikit merasa bersalah. Dan psiko satu ini, nggak cukup pintar untuk merenov tempat persembunyiannya, atau memanupulasi kejahatannya.
Kalau ditanya tipe psiko favoritku siiih, tentu aja si jigsaw, haha dan psiko di film “stepfather”. Ia terlihat seperti orang biasa, tapi tiba-tiba bisa sangat membahayakan. Woooh, bukankah orang yang seperti inilah yang malah paling berbahaya?😀 Sebenernya, aku lebih suka psiko yang dengan pintar memanipulasi dan membuat jebakan-jebakan mematikan.

Ada kejadian-kejadian yang mudah di tebak sebenernya, tapi it’s ok. Nggak mengubah pandanganku tentang film ini secara keseluruhan. Tetep 2 thumbs up.😀

Seperti film-film thriller lainnya, hal yang bisa kita ambil secara garis besar adalah… don’t be panic. Tetaplah bersikap profesional dengan pekerjaan, terutama pekerjaan yang melibatkan keselamatan orang lain. Jadi inget, aku punya temen yang polisi wanna be, semoga dia jadi polisi yang bener. Hehe  Trus apa lagi ya? Sebenernya, kita bisa belajar banyak dari film ini. Seperti cara-cara meminta pertolongan jika kita berada di situasi berbahaya. Bagaimanapun, berpikir jernih memang kunci utama untuk menyelesaikan masalah.

” Don’t blame yourself, Sometimes, we all got ourself in situation that sometimes get out of control. And Bad thing’s gonna happen. But it doesn’t mean it’s that your fault..” Jordan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s