Movie: The Jacket (2005)

The-Jacket-movie-poster

genre: Psychological Thriller
director: John Maybury
writers: Tom bleecker, Marc Rocco
stars: Andrien Brody, Keira Knightley

Jack Starks (Andrien Brody) adalah seorang tentara veteran yang ditugaskan di Iraq pada tahun 1991. Ia secara naas mendapat luka tembak parah di kepalanya yang sebenarnya dapat menyebabkan kematian seketika. Jack berpikir ia sudah mati. Ajaibnya, Jack masih hidup, namun luka tersebut menyebabkannya menderita amnesia akut. Setahun berlalu-setelah dinyatakan sembuh- Jack sedang berjalan di jalanan yang sepi dan bersalju. Ia kemudian bertemu dengan seorang anak kecil bernama Jackie dan Ibunya, Jean. Jack membantu mereka memperbaiki mobilnya yang mogok. Setelah selesai, Jack pun melanjutkan perjalanannya. Di tengah jalan, ia menumpang mobil yang disopiri oleh seorang pemuda. Sialnya, mobil mereka terkena tilang polisi. Beberapa hari kemudian, Jack tengah berada di ruang pengadilan, menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan seorang polisi. Jack bersikukuh tidak ingat melakukan kejahatan apa pun. Ia tidak mengingat apapun setelah polisi tersebut menilangnya. Karena alasan gangguan kejiwaan, Jack bebas dari hukum dan segera dilarikan ke rumah sakit jiwa khusus kriminal.

Bukan semakin tenang, Jack semakin depresi. Setiap hari ia meminum banyak obat yang tidak ia ketahui manfaatnya. Para dokter dan suster bahkan memakaikannya jaket khusus orang gila dan mengurungnya di sebuah peti selama beberapa jam. Jack bingung, panik dan ketakutan. He kept screaming but nobody listening. Dan saat itulah, somehow, Jack melintasi waktu menuju masa depan, tepatnya tahun 2007. Disana ia bertemu kembali dengan Jackie yang telah menjadi dewasa. Disana jugalah, ia menjadi tahu hal yang terjadi dan akan terjadi pada dirinya, pada Jackie, pada orang-orang di rumah sakit jiwa. Disana juga, Jack menjadi semakin ragu akan dirinya sendiri, akan ke-eksistensi-an nya sendiri di dunia.

 The-Jacket

Film ini diadaptasi dari sebuah novel karya Jack London yang berjudul ” Star Rover” (di AS) atau “The Jacket” (di UK). Satu kata yang terpintas dalam benakkku waktu tengah nonton film ini: TIME TRAVELER. Yup! Seperti film The Butterfly Effect (Ashton Kucher) dan Source Code (Jake Gyllenhaal ). Time Traveler adalah seseorang yang dapat menembus waktu, entah menuju masa depan atau masa lampau dengan berbagai cara mungkin, dengan mesin waktu misalnya (??).  Sudah banyak cerita-cerita tentang ke-eksisan time traveler. Walaupun masih menuai pro-kontra. Ada yang percaya, ada yang tidak. Apakah aku percaya? Entahlah, tapi asyik juga kalau bisa menuju masa lalu atau masa depan. HEHE

Banyak ilmuwan besar yang menganggap time travel itu tidak mungkin ataupun tidak boleh terjadi. Stephen Hawking, misalnya. Beliau terus berusaha membuktikan kalau time travel itu tidak mungkin dilakukan. Anehnya, sampai saat ini, tidak ada satupun hukum di fisika (fisika..you’re really something!!)  yang melarang terjadinya time travel. Jadi Time Travel mungkin terjadi dong? yaaaa.. mungkin.😛

Oiya, mengenai film “the jacket” ini, pada awalnya memang sangat membingungkan. Aku bingung. Karena nggak jelas dan kepotong-potong dengan tidak terlalu rapi (memperhalus bahasa, haha). Jadi tidak terlalu menikmati kemisteriusannya di awal. -_-. Tapi seiring waktu, ceritanya berkembang dengan cukup jelas meskipun lambaaaat sekali dan cepat diakhir. tau-tau sudah masuk klimaks aja.

Overall, aku suka film ini. Film ini menyadarkan bahwa dalam hidup kita membuat pilihan dan dari hal yang kita pilih itu bukan hanya kita yang mendapat dampaknya. Orang lain, baik itu teman, keluarga, bahkan orang asing juga mendapat dampaknya. Contoh di kehidupan sehari-hari, sehari sebelum ulangan(katakanlah ulangan matematika) hal apa yang kita pilih untuk kita lakukan? Belajar atau bermain. Kalau kita memilih belajar, nilai ulangan kita akan baik, kita senang, guru bangga, dan orang tuapun akan bahagia. Sedangkan sebaliknya, kita memilih untuk bermain, apakah nilau kita akan baik? tentu enggak kan? yang ada kita kecewa begitu juga dengan guru dan orang tua kita.

Dan satu lagi. Dalam memilih pilihan dalam kehidupan, pilihlah dengan bijaksana. Jangan sampai kita menyesal di akhir setelah merugikan banyak orang karena pilihan kita. Karena kalau itu terjadi, tidak ada yang bisa kita lakukan, karena kita tdak bisa mengulang waktu yang sudah berlalu. Betul nggak? Kadang apa yang kita pilih, mungkin salah, tapi tidak ada kata terlambat untuk meperbaiki kesalahan kita itu. *kenapa jadi sok bijak begini? :P*

tapi betul kan? hehe🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s