“LOST in JOGJA” sekedar curhatan konyol

Hari ini perasaanku campur aduk. Senang, Kecewa, Panik, Kaget, Terharu, Kesal, Capek, dan semua itu membuatku terlihat tolol. Bukan, lebih tepatnya memang sudah tolol akut. aku merasa seperti orang tolol, kesasar di provinsi tempat aku lahir dan tinggal selama 17 tahun ini. -_-

Diawali saat aku meninggalkan rumah dengan motor keluargaku , meluncur ke tempat bimbel untuk Tes Potensi Akademi (TPA), tes dilakukan selama satu jam, dan bisa ditebak, aku kekurangan waktu. Pada akhirnya, ada beberapa soal (soal itungan khususnya) yang aku awur B-C-B-C gitu terus polanya. Kenapa? simpel. B dari inisial nama keluargaku. Dan C karena dekat dengan B. Gimana dengan option A? Karena diatas jawaban yang belum keisi sudah dijawab A. Simpel, Cepat, Gampang. Setelah ngumpulin jawaban, aku langsung meluncur ke sebuah toko untuk membeli…..ok, beli baju buat foto yearbook. I’m not a kind of person that really like to taking pictures, jadi sebenarnya aku males ada YB. Meskipun banyak yang bilang “Ayolah, buat kenang-kenangngan..” Hm, bagiku kenang-kenangngan itu nggak harus berupa benda real. Dan kalaupun kejadian itu benar-benar menyenangkan / mengesankan, pasti bakal kita inget sampai kapanpun kok. Ambil contoh: Waktu SD aku pernah ditempeleng Guru (it happened!!!!) gara-gara jawabanku masih ada yang salah, -mungkin masih banyak yang salah- tapi ngotot mau dikumpul. Contoh lain, aku masih inget kelucuan-kelucuan Guru Bahasa Inggris SMPku di kelas, dan sampai sekarang masih ketawa ngakak kalau inget hal itu. Jadi, aku berkesimpulan, YB itu cuma buat alasan untuk kita main dan seneng-seneng disaat kita harusnya belajar buat ujian. HahahašŸ™‚

Setelah selesai belanja, ternyata oh ternyata, aku diminta tolong sang Ayah untuk menjemput adik tertuaku di sekolahnya. okelah.. waktu aku tanya jam nya, dia minta jemput jam 2. GUBRAK!! saat itu masih jam 11 siang. Ok, aku masih bisa sabar dan memutuskan untuk pergi cari makan + beli bukuā™„Ā  sampe jam 1 siang. Bosan diam di dalam ruangan tanpa seorang teman (forever alone), akhirnya aku kembali memutuskan untuk….berkendara motor tak tahu arah untuk menghabisi waktu luang. Kalau dipikir-pikir, itu option tolol. -_- Kenapa nggak ke warnet? atau ke perpustakaan kota? atau ke …rental? entahlah, mungkin pada hari ini aku ingin sesuatu yang berbeda. Gubrak!!

Dimulailah perjalanan keliling nggak jelas saya!!

Aku termasuk orang yang menganut paham navigator terbaik adalah arah mata angin. Di jalan apapun, belokkan apapun, kalau tujuanmu ke utara, terus ke utara jangan ke selatan. Ok, itu memang bisa dijadikan panutan. Karena selama ini jadwal terbangku cuma rumah (ringroad utara) sampai SMA di Kaliurang sana. Jadi, panutan arahku masih bisa nalar. Dan, Ya, benar sekali, saya kesasar…… -___-

“Ok, ini masih di Jogja aja udah kesasar, gimana kalau di luar Jogja??”Ā 

route awal

tiba-tiba sampai stasiun tugu

malioboro terlewati, menuju selatan -_-

jalan mengikuti motor di depan (entah siapapun itu) -_-

kembali ke tempat awal

Entah bagaimana caraku untuk menyampaikan kesasar ku, namanya juga kesasar.. nama jalan yang aku inget, jalan prof dr sardjito (awal mula perjalanan), jalan jlangran Lor, Jalan cokroaminoto, jalan malioboro, sisanya lupa. Aku lait banyak Toko Cat WAWAWA, melewati 2 kali rel kereta api (entah sama atau beda), banyak melewati jembatan, dan akhirnya sampai lagi ke Jalan dr Sardjito.

Mungkin ini pertama kalinya aku nyasar sendirian di tempat yang asing walau sebenarnya tidak, dan di medan jalan raya. Dimana kemungkinan-kemungkinan bisa saja terjadi. Aku bahkan nyaris mau nyerempet mobil bagus karena bingung nyari milih mau belok kiri atau lurus (ketololan yang kesekian). Begitu melihat polisi, terpikir…gimana jadinya ya, kalau aku samperin polisi itu terus bilang “pak, saya kesasar…” dengan mengendarai motor berplat AB (ketololan lagi), Gimana ya jadinya, kalau aku nggak nemu jalan pulang??? Aku panik!! belum panik sepanik-paniknya, dan mencoba pelan. “Semua yang dimulai pasti ada akhirnya…” kembali melanjutkan..”entar akhir yang bahagia atau tidak…” kalut lagi. -_-

banyak yang bilang, “Semua itu pasti ada hikmahnya”. Aku mencoba mencari hikmah dibalik kejadian yang diakibatkan ketololanku sendiri. Aku tahu! Hikmah yang bisa aku petik adalah…

Aku nggak mungkin bisa jadi tukang ojek dan teman-temannya…. -_-

Serius nih, Haha, himkahnya, aku tahu ternyata jogja itu bukan kota yang membosankan seperti yang aku anggap selama ini. Dimana disetiap penjuru yang ada hanya sekolaaaaaaah dari TK-Universitas. Karena selama 17 tahun aku enggak pernah mencoba untuk menjelajah tempat-tempat wisata di Jogja (pernah ke beberapa tempat, tapi saat itu nggak begitu peduli). Mungkin suatu saat , setelah ujian mungkin, aku mau bikin list tempat wisata Jogja yang harus aku kunjungi. Kecuali pantai.. -__- hahahašŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s