Our Education System

Gambar diatas bisa menjadi renungan untuk kita semua tentang sistem pendidikan kita, khususnya di Indonesia sendiri. Dimana semua murid dikumpulkan, diberi materi yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku, tanpa membiarkan pikiran murid bebas berkelana. Kemudian, di tahun terakhir, semua harus mengikuti ujian yang sama dengan mata pelajaran tertentu yang sudah ditentukan Dinas Pendidikan. Padahal, tidak semua murid memiliki kemampuan yang sama. Kita terlanjur terdidik sedari SD dengan mempelajari berbagai macam pelajaran yang berbeda-beda, tanpa membiarkan kita memilih mana pelajaran yang kita suka saat SD.

Setiap manusia memiliki minat dan bakat yang saling berbeda satu sama lain. Minat dan bakat inilah yang akan menjadi masa depan kita. Minat dan bakat inilah yang seharusnya kita sadari dan kembangkan sejak kecil. Kenapa harus kita kembangkan? tentu saja untuk menjadi seorang yang ahli, seorang expert. Jika kita hanya pandai melukis, teruslah berlatih melukis, agar bisa menjadi seniman yang hebat. Semua tokoh dunia, menjadi seorang expert di bidang yang mereka minati masing-masing. Vincent Van Gogh, Affandi, mereka adalah seorang expert di bidang seni lukis. Alexander  The Great adalah seorang expert di bidang kepemimpinan dan peperangan. Marie Currie, expert di bidang Kimia. Intinya, jadilah seorang ahli di satu bidang yang paling kita kuasai.

Masalahnya, sistem pendidikan sekarang tidak menunjang dengan baik. Karena dengan kemampuan kita yang berbeda-beda, kita mendapat sistem pembelajaran yang sama rata. Tidak peduli denga tipe cara belajar kita, entah itu audio, visual, kinetik, guru akan memberikan gaya pembelajaran yang sama dan materi yang sama. Tidak peduli jika seorang murid sangat pandai dalam bidang seni rupa, tapi gagal ujian nasional bidang pelajaran fisika, ia tetap dinilai tidak lulus.

“for a fair selection, everybody has to take the same exam: please climb that tree” Untuk seekor monyet, memanjat pohon adalah hal yang sangat mudah karena pohon adalah tempat tinggalnya, habitatnya. Banyangkan untuk seekor gajah? Apa yang bisa ia lakukan? pohon tersebut mungkin bisa dihancurkannya, tapi resikonya ia tidak akan lulus ujian. Bagaimana dengan burung? Ia bisa sampai ke atas pohon, tapi bukan dengan memanjat, melainkan dengan kedua sayapnya. Apakah itu adil? Bagaimana dengan hewan lain di gambar seperti anjing laut? ikan? pinguin? dan serigala? Tentunya kemampuan mereka berbeda-beda. Dan mereka memiliki kelebihan masing-masing.

Kembali ke diri kita masing-masing. Meskipun sistem pendidikan tidak mendukung, jangan sampai minat dan bakat kita juga ikut terkubur. Sistem pendidikan bukanlah satu-satunya jalan untuk kita meraih sukses. Tapi kitalah penentu utama.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s