Menyontek… Yes? No?

Kemarin sewaktu kelasku pelajaran BK, guru BK ku melontarkan 2 option yang sangat… hm.. sangat biasa sebenarnya, tapi masih saja dibicarakan. (lho?)  Option yang pertama yaitu : Pilih nilai Jelek dengan JUJUR atau yang kedua: Pilih nilai bagus tapi TIDAK JUJUR. 

Sebenarnya aku sudah tahu motif guruku bertanya demikian. Memang marak sekali aksi menyontek yang terjadi di kalangan pelajar SMA (atau SMP juga, I don’t know for sure). Dan guru-guru pasti sudah tahu semua trik trik kreatif pelajar saat menyontek. Dengan berbagai macam kode-lah, tempat rahasia contekkan lah, dan sebagainya. Tapi para guru diam saja. Ya DIAM. banyak dari mereka yang hanya diam jika ada salah satu siswa yang menyontek. Apalagi waktu semua menyontek, stay cool aja mereka dan berlagak tak terjadi apa-apa. Kalau keadaannya begini, kenapa masih dipermasalahkan sih?? masih banyak hal penting -yang lebih penting- lainnya yang harus diselesaikan, harus dibicarakan, dan harus dilakukan. Misalnya, cara efektif belajar untuk siswa, memotivasi siswa agar tidak down saat besok UN (ya, ini penting untuk anak kelas dua belas seperti saya), atau penambahan pendalaman materi mungkin.😛

Kembali ke option diatas. Setelah Beliau mengutarakan option tersebut, ada seorang anak yang mengangkat tangannnya. Tanda ia punya pendapat yang ingin disampaikan.

Anak A: saya lebih memilih nilai jelek tapi jujur. Karena kita bisa melatih kejujuran kita, kejujuran itu penting apalagi kalau besok sudah mau melamar kerja. Kalau tidak jujur tentunya tidak akan baik untuk kita sendiri. bla bla bla.. (aku enggak terlalu denger karena sibuk dengan pikiranku sendiri)

Bu guru: ya, ada pendapat yang lain?
Beliau kemudian menunjuk Anak B, yang ternyata adalah ketua kelas di kelasku.

Anak B: ….. (diem) ….
FYI, anaknya emang rada koplak dan freak, jadi sekelas enggak mengharap jawaban ideal dari dia. Dikelas ku menganut ideologi ketua kelas = pesuruh kelas.

Anak B: ya.. kalau ujian dicoba ngerjain sendiri dulu, kalau enggak bisa ya…baru… berusaha melakukan cara lain, bu.

Pendapat pribadiku tentang option ini, tentunya aku lebih mililh nilai bagus dengan tidak JUJUR. Kenapa oh kenapa? pertanyaan awal, kenapa enggak boleh? Kenapa dilarang? Karena ada peraturannya, karena ada sanksinya. Kenapa kalau ada sanksi nya enggak boleh dilakukan? Itukan resiko masing-masing. *mulai ngelantur

Ok, Alasanku atas option tadi adalah, nilai bagus itu penting. Kenapa? karena nilai bagus itu menentukan nasib kita disekolah. Apakah kita naik kelas atau tinggal kelas. apakah kita lulus atau tidak. Kalau kita mau naik kelas, nilai kita harus mencapai batas minimal nilai, Bagaimana caranya kita bisa mendapat nilai itu? yang pertama, belajar yang kedua, jalan pintas lainnya yang disebutkan sang ketua kelas tadi. tentunya pilihan belajar menjadi pilihan utama untuk mendapat nilai bagus. Masalahnya,pertama, kita harus belajar 14-17 mata pelajaran yang berbeda-beda. Kedua, kemampuan setiap anak itu berbeda-beda, ada yang memang pintar dan rajin di semua mata pelajaran, ada yang hanya pintar dalam bidang-bidang tertentu. Kalau sudah begitu, bagaimana cara mendapat nilai bagus? Ya dengan menyontek itu. Kita enggak bisa memaksakan diri memahami apa yang kita enggak ingin paham, alasannya untuk apa? Hanya untuk bisa lulus SMA kan? Setelah lulus apakah digunakan? Enggak.

Jadi kesimpulannya, menyontek itu enggak apa-apa asal kita tahu tempat, tahu resiko, dan kita berani tanggung jawab dan menerima resikonya. Toh, kalau nilai kita bagus, nilai sekolah naik, pamor sekolah juga akan naik. Menyontek itu enggak ada salahnya, dan memang harus ada tekniknya. hehehe..  :)

Kemarin , aku mengambil contoh pelajaran Kimia. Pelajaran yang paling bikin ngantuk sedunia, bener-bener tutup telinga, mata, hati waktu pelajaran ini. tapi anehnya, tetap saja nilaiku diatas batas minimal. Itulah ajaibnya nilai dan sang pemberi nilai.🙂

2 thoughts on “Menyontek… Yes? No?

  1. Ping balik: Pemimpin Bertelinga Satu | bijak.net

  2. Ping balik: Berstatus Guru, Bergaji Buruh | lazionews.info

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s