Bloody August

Agustus berdarah, iya berdarah. Bukan dalam artinya yang sebenarnya, tapi kalau diibaratkan jatuh dan terluka, badan ini penuh dengan luka dan darah. Luka yang mungkin baru bisa sembuh total bulan depannya. Terdengar berlebihan, tapi tolong baca sampai tuntas dulu, haha.  Ini bukan hiperbola, bulan lalu memang penuh dengan darah, keringat, dan air mata. Kalau kata Rapmon cs, “pit ttam nummul” (Blood Sweet and Tears -red).

Ini ada kaitannya dengan postingan sebelum ini yang terlihat sangat-sangat depresi. Mungkin beberapa orang akan bilang ‘enggak juga’, tapi saat aku menulis postingan terakhir itu, suasana hatiku benar-benar yang paling buruk dalam tahun ini (mungkin, haha). Aku nggak bisa mengingat kapan terakhir kali aku di buat menangis dengan sebegitu parahnya, karena masalah dengan orang-orang sekitar. Sakit. Parah.

Tapi sekarang, keadaan sudah berangsur membaik. Haha

Oke, kenapa Agustus kemarin aku beri istilah “Agustus Berdarah”?

karena pada bulan itu banyak hal menyedihkan dan menyenangkan bercampur menjadi satu. Alam seakan berkonspirasi untuk mencampur adukkan urusanku di beberapa tempat dalam satu waktu. Intinya, banyak hal yang harus dikerjakan di bulan itu, dan bahkan dalam waktu yang berdekatan.

Hectic? Sangat! Anehnya, I’m also excited. Kalau dipikir-pikir tidak sepenuhnya aneh, karena rutinitas pergi pagi hingga malam dan di rumah hanya untuk tidur dan mandi sudah lama ku lakukan saat 3 tahun yang lalu di perkuliahan.

Menjadi aneh, karena sudah lama rutinitas mengerikan itu tidak ku lakukan.

Dan kuakui ada rasa rindu yang kurasakan saat berada di perjalanan pulang ke rumah pukul 11 malam. Saat angin malam yang dingin menerpa wajahku yang tidak tertutup kaca helm. Dingin tapi menyejukkan. Kondisi jalan malam yang sepi, entah kenapa menjadi waktu jalanan terfavorit.

Hutang akademi pun harus aku selesaikan pada bulan itu. Parah nggak sih, beberapa bulan yang lalu aku masih tidak punya keinginan cukup kuat untuk menyelesaikan tumpukan kertas untuk meraih gelar itu. Ajaibnya, dengan satu kalimat dari petugas TU soal batas akhir pendaftaran ujian dan keharusan membayar uang semester lagi, seketika niat dan usaha langsung meroket tajam.

Hal yang paling berkesan pada bulan itu adalah saat begadang di warnet hotspot. Sendirian. Mengerjakan tugas akhir dan berkutat dengan data nama-nama orang. Well, itu pertama kalinya, aku nggak pulang kerumah dan bukan menginap di kos atau rumah teman, tapi bermalam di warung internet. Tidak hanya sekali, 2-3 kali aku kembali ke warnet itu untuk begadang menyelesaian semua kerjaan yang tidak bisa diselesaikan jika berada di rumah.

Tolong jangan di tiru ya, bagi kalian yang sedang memulai mengerjakan tugas akhir, kerjakan dengan santai dan terstruktur. Pasang target pada bulan apa kalian harus selesai, rajin-rajin lah ketemu dengan dosen pembimbing. Karena mengerjakan tugas akhir dengan tekanan waktu itu sungguh melelahkan, walau bagi para deadliners sejati akan sangat menyenangkan. Hahaha

Tapi saranku, pasang target dan lakukan sesuai target. Demi hidup yang lebih tenang dan damai.

Ditengah-tengah pusing tugas akhir, kerjaan sampingan-yang diutamakan-, tidak dapat diganggu gugat. Bulan itu penuh dengan program kerja yang berada tepat di bawah divisi yang kutangani. Tanggung jawab bro. Menyebalkan memang, ingin rasanya saat itu aku melempar semua berkas-berkas yang harus aku olah dan kabur dari kegiatan sampingan –yang diutamakan- ini.

Tapi toh, apa yang kita mulai pasti ada akhirnya. Rangkaian program utama untuk bulan Agustus selesai bersamaan dengan selesainya tugas akhirku. Yeaaay.. sungguh keajaiban, bisa menyelesaikan dua hal dengan kadar strees yang tinggi dalam waktu yang hampir bersamaan. Kalau disuruh memilih, jangan sampai menemukan hal yang bersamaan lagi seperti ini, haha pusing kepala adek, bang.

Itulah.. kadang kita tidak tahu seberapa kuat diri kita.. dan seberapa rapuh hati kita, haha

Pada akhirnya bulan Agustus kemarin benar-benar penuh dengan banyak hal. Duka dan suka yang terus silih berganti dengan kurang ajarnya. Senang tapi lelah, lelah tapi bahagia.

Sekarang sudah petengahan September. Bulan ini memang tidak seramai bulan lalu, tapi setiap harinya pasti selalu ada cerita baru. Kejadian baru. Masalah baru.

 

Yaa.. kalau dirimu tak ingin punya masalah, berdiam diri aja di kamar dengan stok air dan makanan yang cukup untuk selama yang kamu inginkan.

Karena hidup tanpa masalah, bukan berarti hidup.

Dan bulan Agustus kemarin akan menjadi bulan yang tak akan terlupakan. Setidaknya untuk beberapa bulan kedepan, haha.

 

Iklan