sekedar meracau.

DSC_0173

Hai.. lama tak bersua, sarang laba-laba berterbaran di sudut-sudut ruang kecil ini. Satu-satu nya tempat bagiku untuk bercerita apapun.

Sebenarnya tidak semua hal juga, karena –aku lupa persisnya kapan- aku membatasi diri untuk tidak mengumbar semua hal yang terjadi pada diriku di ruang kecil ini.

Tidak ada lagi tags bernama “curhatan” super mellow. Hanya ada kesenangan disini.

Film, buku, musik, semua hal yang aku suka.

Ruang kecil ini hanya akan dipenuhi oleh hal-hal yang menyenangkan.

Aku percaya, saat kita menyebarkan hal yang menyenangkan, itu akan membuat orang yang membacanya atau melihatnya juga ikut senang.

Tapi kemudian.. akan ku kemana kan semua rasa sedih, kesal, benci ini? Mengurungnya terus dalam diri? Dalam hati?

Haha.. hatiku tak seluas samudra,bung!

Ada saatnya semua perasaan yang tertahan akan bertumpah ruah ke segala penjuru

Bak banjir bandang, menerjang dan menghanyutkan segala hal, dan mungkin tanpa sadar melukai satu-dua bahkan lebih orang.

Atau bahkan justru menghanyutkan si empunya hati, haha

Seperti biasa, senang melukai diri sendiri. Senang menyiksa diri sendiri.

Apa yang kau dapat dari semua itu? kenikmatan? Entahlah..

Setidaknya, dengan keluarnya beberapa bulir air dari pelupuk mata, semua terasa lebih ringan

Meskipun belum berakhir, setidaknya melupakannya sejenak

Menangislah.. menangislah sampai puas.

Sampai kedua mata ini terasa perih saat memejamkannya, terasa panas saat kembali membukanya..

Hm..bicara apa aku ini? haha meracau. Ngomong-ngomong aku suka dengan kata meracau. Kenapa? Entahlah.

Mungkin karena kata itu adalah kata yang pas untuk menggambarkan diri?

Meracau. Kacau. Tidak teratur. Tidak dapat diatur.

Hmm.. kelam sekali sepertinya. Aku baru saja menjilat lidahku sendiri.. tags “curhatan” akan kembali hadir.

Semoga saja ini yang terakhir.

Karena menulis itu sulit sekali.. bahkan menulis hal yang disukai sekalipun.. atau ini hanya terjadi padaku? Haha..

Kalau iya.. malang sekali nasibku..

Bersama alunan lagu folk dan sebuah boneka kecil berwana hijau yang selalu setia menemani sepinya hari dengan segala kekurangannya..

Terkadang, manusia tidak butuh manusia yang lain untuk membuat hatinya merasa lebih baik. Haha

Atau itu hanya sekedar alasan untuk menghibur diri sendiri yang terlalu merasa kesepian?

Hahahahahahahaha..